Pasar Stagnan, AISI Perkirakan Penjualan Motor Hanya 6,6-6,7 Juta Unit

Arif Arianto - detikOto
Selasa, 29/09/2015 11:28 WIB

Pasar Stagnan, AISI Perkirakan Penjualan Motor Hanya 6,6-6,7 Juta Unit
Jakarta -Penjualan sepeda motor di Indonesia hingga Agustus lalu telah mencapai 4,2 juta unit. Melihat kondisi perekonomian nasional yang ada serta daya beli masyarakat saat ini, diperkirakan kumulatif penjualan hingga akhir tahun hanya 6,6 6,7 juta unit.

Stimulan ekonomi hingga September ini belum memperlihatkan hasil yang signifikan sehingga daya beli masyarakat masih belum beranjak dari bulan-bulan sebelumnya. Sehingga, penjualan eempat bulan terakhir tahun ini mengindikasikan stagnasi, papar Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Perkiraan tersebut, lanjut Sigit, didasari asumsi yang paling konservatif yakni rata-rata penjualan per bulan yang sebanyak 575.000 unit. Jika dibanding tahun sebelumnya, kami melihat masih lebih kecil, kata dia.

Terlebih, saat ini lembaga keuangan juga bersikap selektif dalam memberikan pendanaan kepada calon konsumen. Sehingga, kalau pun banyak masyarakat yang berminat membeli motor, namun mereka tidak serta merta mendanainya.

Tingkat risiko kredit bermasalah juga cukup tinggi. Kalau itu terjadi, lembaga keuangan bisa terkena teguran oleh otoritas jasa keuangan, ujar Sigit.

Sikap hati-hati masyarakat di sejumlah pasar utama motor seperti di Jawa, Sumatera, maupun Kalimantan sangat kentara, khususnya mereka yang berprofesi di sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Harga komoditas perkebunan hingga saat ini masih belum beranjak naik.

Sedangkan tambang terutama batubara juga masih banyak yang mati suri, papar Sigit.

Sementara, konsumen potensial di perkotaan yang bekerja di sektor industri maupun jasa juga bersikap hati-hati. Mereka umumnya bersikap antisipatif juga harga bahan kebutuhan pokok tiba-tiba naik.

Sementara menyinggung penjualan di bulan September ini, Sigit memperkirakan masih stagnan.


EmoticonEmoticon