Daihatsu Belajar Filosofi Bisnis dari Penyu

Arif Arianto - detikOto
Senin, 21/09/2015 14:50 WIB

Daihatsu Belajar Filosofi Bisnis dari Penyu
Sangalaki -Di sela-sela perjalanan Terios 7 Wonder di Borneo, PT Astra Daihatsu Motor menyerahkan bantuan fasilitas papan informasi dan kampanye serta kolam penampungan tukik (anak penyu) kepada pusat penangkaran penyu Sangalaki, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Bagi pabrikan ini, cara itu bukan sekadar melestarikan dan menjaga satwa langka itu, tetapi juga belajar filosofi kehidupannya untuk menjalani bisnis. Apa saja?

"Kami merasa terpanggil untuk menjaga dan melestarikan penyu. Karena enam dari tujuh spesies penyu di dunia, ada di Indonesia. Tapi tingkat kerentanan kepunahannya juga tinggi, akibat predator dan perubahan lingkungan," papar Direktur Pemasaran PT ADM, Amelia Tjandra, di Sangalaki, Senin (21/9/2015).

Pernyataan Amelia diamini Ketut Sukana, petugas BKSDA Sangalaki. Menurutnya, tak kurang dari 3.000 penyu yang bertelur di Sangalaki. Seekor penyu bisa bertelur 100 butir, bahkan 200 butir. Masa bertelur dua tahun sekali, dengan masa bertelur mulai umur 20 tahun.

"Artinya, untuk mendapatkan tukik atau anakan itu enggak mudah. Sebab selain masa bertelur yang lama, juga banyak predator. Sebab, dari 1.000 tukik yang benar-benar sampai dewasa cuma satu," tuturnya.

Sementara penyu yang berhabitat di Sangalaki adalah penyu hijau dan penyu sisik. Namun, bagi Amelia, satu hal yang bisa diambil dari penyu adalah filosofi kehidupan dari satwa itu.

Penyu, kata Amelia, memiliki daya tahan yang luar biasa. Di tengah persaingan dengan satwa lain, dan lingkungan yang tak bersahabat, binatang ini mampu bertahan. Daya tahan hidup atau umurnya juga panjang.

"Bahkan, meski terlihat lambat saat berjalan, namun ketika di medan yang sebenarnya yakni lautan, dia mampu melesat cepat. Dia juga mampu menyiasati setiap kondisi yang ada alias kreatif. Itulah yang ingin kami adopsi," kata Amelia.

Terlebih, lanjut dia, Daihatsu sendiri juga berkomitmen untuk melestarikan lingkungan sebagai salah satu pilar tanggungjawab sosial perusahaan (CSR).

"Kami memiliki pilar Pintar Bersama Daihatsu, Sehat, Sejahtera, dan Hijau Bersama Daihatsu," terang Amelia.

Dengan memelihara lingkungan sejatinya tak hanya menjaga keseimbangan alam dan kesehatan manusia, tetapi juga menumbuhkan perekonomian yang berkelanjutan.

"Sebab, kalau alam lestari, sumber potensi ekonomi juga berkelanjutan. Manusia mendapatkan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan juga mudah. Pendapatan pun ada. Sehingga, bisnis pun terus berjalan. Itulah filosofi kami yang salah satunya mengadopsi filosofi dari penyu," imbuh Amelia.


EmoticonEmoticon