Mulai 2020, Honda Gunakan Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Resmi Perusahaan


Mulai 2020, Honda Gunakan Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Resmi Perusahaan Takahiro Hachigo (dok Response)
Tokyo -Bos baru aturan pun baru. Itu yang terjadi di Honda. Beberapa waktu setelah mengalami pergantian presiden, ada perubahan besar yang terjadi di Honda, dan itu adalah soal bahasa.

Honda Motor Company menetapkan kebijakan baru yakni penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi untuk komunikasi di perusahaan pada 2020 mendatang. Langkah ini merupakan bagian dari rencana pengelolaan sumber daya manusia global Honda agar diperoleh tenaga kerja berstandar internasional yang lebih baik.

Kebijakan anyar yang berorientasi global itu tak lepas dari pergantian Takanobu Ito oleh Takahiro Hachigo sebagai presiden baru pabrikan itu.

Berbeda dengan Ito, yang hanya dua tahun bertugas di luar negeri, Hachigo adalah karyawan Honda dengan jam terbang yang tinggi di kancah global.

Hachigo pernah menjalani tugas di tiga benua yakni Asia, Eropa, dan Amerika. Bahkan sesaat sebelum dipanggil ke Jepang untuk menggantikan Ito, dia tercatat sebagai sebagai eksekutif senior Honda di Tiongkok.

5 Tahun lalu, seperti dilaporkan Automotivenews Europe, Takanobu Ito pernah menyebut penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi adalah hal yang bodoh. Alih-alih menggunakan bahasa Inggris yang sulit digunakan oleh orang Jepang, Ito menyarankan lebih baik menerima kalangan luar Jepang.

Namun hal itu mulai berubah. Dalam laporan tahunan yang dikeluarkan pada 29 Juni lalu, Honda menyatakan langkah menggunakan bahasa Inggris itu juga bagian dari refleksi bahwa pabrikan ini merupakan produsen mobil Jepang pertama yang merakit mobil di Amerika Serikat. Bahkan, kini 81 persen mobil Honda dibuat di luar Jepang.

"Sementara, manajemen Honda di luar Jepang dipimpin oleh tenaga pimpinan lokal, kita sekarang bergeser ke sistem manajemen oleh rekan lokal. (oleh karena itu) Sangat penting untuk mengembangkan lingkungan yang menggunakan komunikasi yang erat antara mitra Honda di enam wilayah di seluruh dunia,” bunyi laporan Honda.

Honda memastikan bahasa Inggris akan digunakan sebagai sarana komunikasi antar karyawan di berbagai wilayah operasionalnya, misalnya insinyur Jepang di Tokyo dengan manajer di Ohio, Amerika Serikat. Bahasa ini juga akan menjadi bahasa penulisan dokumen, presentasi, serta bahasa resmi di kantor.

Pabrikan yang berbasis di Tokyo itu mengatakan akan meningkatkan pelatihan bahasa dan akan membuat kemampuan berbahasa Inggris sebagai persyaratan untuk promosi karyawan ke tingkat manajemen. Saat ini karyawan asli Jepang di Honda mencapai 32 perse dari total karyawan secara global.

Tahun lalu, Honda merekrut 719 karyawan baru di Jepang. Sementara di Amerika Utara, karyawan baru bertambah 4.778 orang. Bahkan, di jajaran manajemen Honda Amerika Utara, karyawan lokal yang telah menduduki jabatan manajer senior mencapai 59 persen.


EmoticonEmoticon