Laporan dari Italia : Museum Ferrari, Tempat Belajar Si Kuda Jingkrak yang Tak Pernah Sepi

Arif Arianto - detikOto
Kamis, 10/09/2015 12:32 WIB

Museum Ferrari, Tempat Belajar Si Kuda Jingkrak yang Tak Pernah Sepi
Maranello -Museo Ferrari alias Museum Ferrari adalah bagian dari panji-panji kesohoran nama mobil super Ferrari, sebab di bangunan yang terletak di Via Dino Ferrari, Maranello, Modena, Italia, itu tak hanya deretan mobil buah karya para insinyur Ferrari bertengger, tetapi juga perjalanan prestasi yang pernah dicapai.

Menariknya, meski berada di kota pertanian yang sederhana, namun museum ini tak pernah sepi.

“Ya museum ini saban hari tidak pernah sepi. Banyak yang datang dari seluruh wilayah Itali, bahkan negara-negara lain seperti Belanda, Jerman, Swiss, Prancis. Dari Asia juga banyak seperti China, Jepang, Korea, atau dari negara Anda,Indonesia,” tutur Addolorata salah seorang petugas di museum tersebut.

Perempuan cantik itu menyebut, museum yang buka mulai jam 9.30 – 18.00 waktu setempat atau hingga pukul 19.00 pada hari libur itu, saban tahunnya dikunjungi ratusan ribu orang.


Potret pendiri Ferrari, Enzo Ferrari

“Rata-rata sekitar 250.000 orang, tapi sebaiknya Anda mengecek ke atasan kami yang memegang data pastinya,” kata dia.

Memang, dari pantauan detikOto terlihat para pengunjung museum ini terus mengalir meski waktu telah menunjukkan pukul hampir 17.00. Mereka tak hanya orang dewasa pemilik mobil berlambang kuda jingkrak itu, tetapi juga orangtua, para penggemar mobil sport dan tim Ferrarti di ajang Formula Satu, hingga anak-anak.

 “Aku suka Ferrari, karena keren. Di balapan, pebalap Ferrari unggul. Mobilnya juga bagus dan terkenal,” kata Aimone, 9 tahun, yang datang bersama orang tuanya.



Pernyataan serupa juga diungkapkan Henriech Adalard, turis asal Jerman. Dia menyebut, museum ini bukan hanya menjadi tempat pelipur lara atau cuci mata bagi turis saja. Menurutnya, di tempat itulah orang bisa belajar soal perkembangan teknologi mesin, gaya desian Ferrari baik mobil untuk sport, penumpang, dan berikut mesin yang disandang dari masa ke masa.

“Sebenarnya, orang membeli Ferrari itu membeli mesin dan desainnya. Di sinilah kita belajar soal itu. Apalagi yang mau membeli (Ferrari) wajib datang sepertinya,” kata dia.


Maklum di museum ini disuguhkan berbagai mobil Ferrari dari waktu ke waktu mulai dari mobil sport yang dibuat 1948 hingga mobil buatan 2015.

Selain itu juga disuguhkan berbagai mesin. Pada bagian ini dibagi mulai dari mesin percobaan, mesin berkapasitas kecil dua hingga enam silinder, delapan silinder, mesin klasik 12 silinder, turbocharger hingga mesin mobil Formula Satu.

Tak ketinggalan, sebuah replica ruang kerja bos dan pendiri Ferrari, Enzo Ferrari, pada 1950-an. Pada ruang ini betapa sederhananya ruangan orang nomor satu di pabrikan pembuat mobil kondang sejagat tersebut,

Seperangkat furnitur meja kursi dan meja konsol tempat memajang tropi, dan telepon serta satu unit televisi. Selebihnya, tak ada tampilan wah yang mencolok mata seperti halnya ruang kerja seorang bos perusahaan ternama.

Meski begitu aura kecanggihan dan keunggulan di bidang teknologi begitu terasa dengan hadirnya replica mesin dan mobil besutan Ferrari di ruang itu. Sederhana namun sarat teknologi canggih. Kesan ini juga mencuat kuat di kota Maranello, tempat markas pabrik pembuatan dan museum Ferrari berada.



Maranello – yang bisa ditempuh dalam waktu satu jam dari Bandar Udara Bologna— adalah kota yang cukup sederhana. Hamparan ladang dan sawah di sisi kanan dan kiri sepanjang jalan menjadi ciri sebuah kota pertanian.

Meski begitu hampir di setiap rumah di ladang itu terdapat peralatan pertanian yang canggih. Selain itu, tatanan kota dan pedesaan yang rapih dan bersih menyiratkan sebuah peradaban yang tinggi dari para penghuninya.

Namun tak menyangka. Hasil kota itu – terutama Ferrari – memiliki omzet penjualan hingga miliaran euro saban tahunnya. Bahkan, menjadi sebuah daya magis tersendiri bagi Itali, terutama di bidang teknologi otomotif. Dan hal itu tercermin dari banyaknya pengunjung Museum Ferrari.

Museum yang buka selama sepekan penuh itu mematok harga tiket untuk orang dewasa 13 euro, orang lanjut usia atau di atas 65 tahun 11 euro per orang Sedangkan untuk anak-anak usia 6-10 tahun : 9 euro. Rombongan keluarga 9 euro per orang, dan gratis bagi para penyandang cacat.

Selain melihat-lihat sejarah pengembangan mesin dan mobil, para pengunjung bisa merasakan sensasi mobil Ferrari dengan tes drive. Untuk melakukannya cukup membayar 70 euro selama 15 menit.


Namun, jika mereka sudah merasa lelah berkeliling bangunan museum dan tak ingin melakukan tes drive, mereka bisa makan dan minum di cafe; Ferrari yang berada di samping pintu keluar dan pintu masuk. Mereka juga bisa membeli cinderamata di took souvenir asli Ferrari yang letaknya berhadapan dengan cafe; tersebut.

Sekadar pengingat, Ferrari merupakan produsen mobil balap dan mobil sport yang didirikan Enzo Ferrari pada 1929. Awalnya, Scuderia Ferrari adalah sponsor pengemudi dan memproduksi mobil balap. Namun pada 1946, pabrikan itu mulai memproduksi mobil secara independen.

Setelah itu, perusahaan ini berganti menjadi Ferrari S.p.A., dan sekarang sahamnya dikuasai oleh grup Fiat. Ferrari selama ini dikenal juga aktif di ajang balap Formula Satu. Salah satu pebalapnya yang kondang Michael Schumacher, karena telah menorehkan prestasi juara dunia hingga tujuh kali.


 


EmoticonEmoticon